Ekspor Bawang Merah

Seperti yang kita ketahui bawang merah merupakan salah satu bumbu masak utama di dunia. Selain itu terkenal juga sebagai rempah-rempah dengan beragam manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Maka tidak heran jika kebutuhan masyarakat dunia terhadap bumbu masak tersebut terus meningkat, dan inilah salah satu hal yang mendorong peningkatan permintaan Ekspor Bawang Merah di Indonesia.

Daerah Penghasil Bawang Merah Terbesar di Negara Indonesia

Daerah Penghasil Bawang Merah Terbesar di Negara Indonesia

Selain sebagai bumbu masak dan rempah-rempah, bawang merah juga memiliki banyak sekali kegunaan atau manfaatnya. Permintaan dalam negeri terhadap komoditas tersebut pun terus meningkat. Tentu saja hal itu menjadi peluang usaha bagi masyarakat Indonesia untuk membudidayakannya. Nah inilah beberapa daerah dengan budidaya atau penghasil bawang merah terbesar di Indonesia.

1. Brebes

Brebes merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah dengan rata-rata hasil panennya yakni kurang lebih 347,7 ribu ton.

Dengan demikian produksinya telah mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga luar negeri dan menjadi sentra penghasil bawang merah terbesar di negara kita.

2. Solok

Memiliki cadangan lahan yang luas yakni 8.000 hektar menjadikan daerah Solok dipilih untuk mengembangkan budidaya bawang merah.

Setiap tahunnya kota Solok mampu memanen bawang merah  kurang lebih sekitar 7.300 hektar atau 825.000 ton. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia

3. Garut

Garut merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra penghasil bawang merah. Nah hal itu karena selama 4 tahun berturut-turut hasil panennya terus mengalami peningkatan.

Hasil panen pada tahun 2017 meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya yakni mencapai 35.998 ton.

4. Malang

Memiliki iklim yang sejuk, membuat lahan di kota Malang cocok untuk pembudidayaan bawang merah.

Selain itu dengan adanya pengembangan metode True Shallot Seed (TSS) yang di inisiasikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dengan para petani maka produktivitas bawang merah yang dihasilkan setiap panennya bisa mencapai 24.5 ton.

5. Demak

Pada tahun 2018 kota Demak berhasil menghasilkan bawang merah sekitar 423.466 kuintal atau 6.000 hektar.

Hal itu didukung oleh agroekosistem, kesesuaian dan minat para petani yang tinggi. Sehingga menjadikan budidaya bawang merah di Demak optimal serta menjadi daerah penghasil bawang merah terbesar kedua di Jawa Tengah.

Data Peningkatan Ekspor Bawang Merah di Indonesia

Data Peningkatan Ekspor Bawang Merah di Indonesia  

Pada tahun 2019 tercatat Ekspor Bawang Merah Indonesia mencapai  8.655 ton, capaian tersebut bisa dikatakan naik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 5.227 ton saja.

Kemudian menurut Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan menjelaskan pada tahun 2020 tepatnya di kuartal pertama, Ekspor Bawang Merah mencapai 19 ton.

Nah, jumlah tersebut naik tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meskipun pertanian Indonesia saat ini mengalami kesulitan karena adanya pandemi, namun para petani bawang merah tetap semangat untuk  mengekspor komoditasnya itu.

Khususnya yang dilakukan oleh PT Cipta Makmur Sentausa yang berhasil mengekspor  52,4 ton bawang merah Probolinggo ke negara Thailand di tahun 2020.

Di masa pandemi seperti ini bukan sebuah ketidakmungkinan kegiatan ekspor Indonesia mengalami peningkatan, khususnya dalam komoditas pangan dan bawang merah.

Menurut Dirjen Hortikultura, Suwandi, selama masa jabatannya sebagai Mentan Amran, Indonesia sudah mengekspor bawang merah ke sebelas negara.

Nah, demikian pembahasan artikel kali ini yang mengulas mengenai Peningkatan Ekspor Bawang Merah Indonesia di Tengah Wabah Covid-19. Semoga informasi yang tersaji di atas dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *