5 Nutrisi Penting Untuk Mengawali Kehamilan

Mengawali kehamilan yang paling peting dilakukan pertama kali adalah memenuhi semua asupan kecukupan nutrisi. Mengawali kehamilan sangatlah penting dengan jumlah nutrisi yang baik sehingga berat badan ideal Anda saat hamil hingga melewati masa persalinan bisa tetap terjaga dengan baik.

Nutrisi yang baik juga sangat membantu perkembangan janin Anda mulai dari organ-organnya dan kesehatannya juga agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi bisa Anda lakukan, tapi asalkan bisa tetap dalam pola makanan sehat seperti karbohidrat, protein, dan beberapa asupan vitamin.

Dan, berikut ini beberapa persiapan nutrisi yang bisa Anda lakukan sebelum mengawali kehamilan:

1. Asam folat

Yang satu ini tentu saja sudah menjadi kewajiban untuk dikonsumsi baik sebelum, pada saat hamil, dan juga setelah masa persalinan. Hanya para wanita dan juga ibu hamil masih sering melupakan mengkonsumsi asam folat ini.

Untuk itu untuk Anda para ibu hamil yang masih dalam mengawali kehamilan hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengkonsumsi asam folat ini sesuai dengan takaran dosis perharinya yang mencapai 400 mikrogram. Ini adalah dosis standar untuk Anda yang masih dalam tahap masa awal kehamilan. Mengkonsusmi asam folat ini bisa Anda dapatkan dari berbagai makanan seperti sayuran hijau, kuning telur, buah-buahan, dan juga berbagai kacang-kacangan.

Ada berbagai macam fungsi dalam asam folat ini yang memang sangat penting untuk dikonsumsi para ibu hamil yang salah satunya adalah untuk memperkuat dinding rahim para ibu hamil. Ini sangatlah penting untuk awal kehamilan. Mempersiapkan awal kehamilan dengan mengkonsumsi asam folat juga dapat membantu Anda dalam perkembangan dan juga metobolisme pada saat pembuahan.

Fungsi lain yang lebih dari mengkonsumsi asam folat untuk ibu hamil adalah membantu mengurangi resiko cacat bawaan dan penyakit berbahaya lainnya untuk bayi. Dan masih banyak lagi fungsi lain dari asam folat untuk membantu para masa awal kehamilan.

2. Pilihan asupan dan pola makan

Persiapan kehamilan yang harus Anda penuhi juga salah satunya adalah pola makan atau asupan pemilihan makan. Pola makan pada saat memasuki awal kehamilan ini sangat penting untuk para ibu hamil muda. Pasalnya, beberapa dari ibu hamil pasti akan sulit untuk mengkonsumsi makanan karena masih merasakan morning sicknes yang mengurangi nafsu makan.

Untuk itu Anda haruslah tetap memenuhi asupan pola makan sehat Anda. Langkah pertama dalam memenuhi pola makan sehat pada saat memasuki awal kehamilan adalah dengan menghindari junk food jika memang Anda pecinta junk food. Hindari juga cemilan seperti kripik dan minuman yang bersoda dan beberapa makanan yang tidak sehat dan juga mengandung kalori dan lemak yang tinggi.

Karena pada awal kehamilan Anda harus tetap menjada berat badan atau tubuh Anda agar tetap ideal. Berat badan Anda akan mempengaruhi Anda dan juga pertumbuhan bayi kelak. Dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, tentunya Anda harus selalu menjaga asupan pola makanan Anda sehari-hari.

Berat badan yang ideal saat hamil juga dapat berpengaruh saat Anda nantinya melewati masa persalinan. Anda bisa dapat dengan mudah menurunkan berat badan Anda jika telah melewati masa persalinan dengan berat badan yang ideal saat masa hamil.

Para ibu hamil pada usia kehamilan awal seharusnya lebih banyak mengkonsumsi yang namanya protein dan juga vitamin. Beberapa vitamin ini bisa Anda dapatkan dari berbagai buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, gandum dan juga susu yang banyak mengandung zat besi dan kalsium tapi tetap dengan rendah lemak.

Zat besi pada tubuh saat awal kehamilan sangatlah juga diperlukan oleh para ibu hamil tentunya. Kandungan nutrisi pada zat besi ini bisa membuat para ibu hamil mengatasi kondisinya yang kelelahan, lesu yang nantinya akan berakibat pada kesehatan yang buruk pada ibu hamil dan juga pada janinnya.

Anemia adalah salah satu penyebab dari kondisi lelah dan juga lesu yang di alami oleh ibu hamil. Untuk itu zat besi akan memenuhi kebutuhan dari para ibu hamil dan bisa terhindar dari penyakit anemia ini.

3. Membatasi konsumsi kafein

Banyak ibu hamil menganggap bahwa mengkonsumsi kopi akan membahayakan kondisi tubuh ibu hamil dan terutama pada janin. Ini memang benar, jika Anda mengkonsumsi kefein tentu akan berbahaya bagi tubuh dan bukan hanya bagi ibu hamil saja.

Tapi jika Anda memang penikmat kopi sebaiknya pilihlah kopi yang mengandung kafein yang sedikit saja. Karena kafein bukannya tidak bisa atau tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, melainkan cukup dengan dibatasi saja jumlah konsumsinya. Mengkonsumsi kafein yang berlebih bisa mengakibatkan proses menjelang persalinan menjadi sulit karena memang bisa membahayakan bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Para ahli telah melakukan penelitian dan berpendapat bahwa, konsumsi kafein bagi para ibu hamil diperbolehkan asal tidak melewati batas. Batas konsumsi kafein bagi para ibu hamil perharinya hanya bisa pada 200 miligram saja. Bahkan batasan mengkonsumsi kafein juga harus dilakukan mulai menjelang awal kehamilan.

4. Menghindari konsumsi alkohol

Menghindari atau tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali akan membuat para ibu hamil tentunya bisa lebih banyak mengkonsumsi makanan yang bernutirisi lainnya. Ini karena alkohol memang bisa mengganggu kesuburan para ibu hamil serta bisa juga memperburuk kesehatan ibu hamil dan juga janinnya.

Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli untuk membuktikan hal tersebut. Penelitian menyebutkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol akan mengganggu kesuburan oleh karena itu mengkonsumsi alkohol sebelum dan selama kehamilan akan memperburuk kondisi kesehatan ibu dan janin.

5. Tinggalkan Kebiasaan merokok

Dalam memenuhi kecukupan asupan nutrisi ibu hamil, hal yang harus dilakukan juga adalah dengan menjauhi kebiasaan merokok atau tidak berada dalam lingkungan perokok. Jika Anda memiliki suami yang kebiasaannya merokok sebaiknya jangan dibiarkan untuk merokok jika berada dekat dengan Anda. Merokok sama bahayanya dengan mengkonsumsi alkohol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *