4 Jenis Pakaian Adat Bali yang Harus Anda Ketahui

Kekayaan adat dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia sangat banyak jumlahnya. Tidak hanya kesenian daerahnya, kostum juga sangat bervariasi menyesuaikan corak sebuah daerah. Salah satu yang menarik perhatian dunia adalah pakaian adat Bali.

Baju adat ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin, status, dan tingkatan kasta. Jadi dengan pakaian yang dikenakan warga Bali, Anda bisa mendapatkan beberapa info tersebut. Tidak hanya dipakai saat pernikahan, beberapa juga dijadikan sebagai kostum upacara adat dan even besar seperti penerima tamu.

Payas Alit

Payas Alit

Bali memiliki tradisi yang cukup kental dimana setiap warganya harus mentaati peraturan adat yang ditentukan. Dalam hal berbusana pun dibedakan, mana yang dipakai untuk keperluan sehari-hari dan upacara.

Sekilas memang tampak sama, namun ada perbedaan yang menunjukkan status si pemakainya. Jadi jangan heran jika dalam satu upacara, ada beberapa perempuan yang menggunakan tatanan rambut yang berbeda.

Payas Alit adalah pakaian adat khas Bali yang cukup populer di mata dunia. Jenis baju yang dikenakan laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk pria menggunakan busana lengan panjang dipadukan dengan wastra, selempat, sabuk, dan alas kaki.

Sementara kaum wanitanya memakai baju ditambah dengan wastra, sabuk, dan alas kaki. Untuk anak-anak tidak ada aturan yang membatasi, yang terpenting adalah sopan.

Payas Jangkep

Upacara adat dan pernikahan menjadi bagian acara yang dianggap sakral bagi masyarakat Bali. Karena itu budaya yang diwariskan dari leluhur masih dijaga dengan baik hingga saat ini. Meskipun prosesinya cukup kompleks, namun banyak pesan yang disiratkan pada tradisi tersebut.

Salah satu baju tradisional yang cukup terkenal adalah Payas Jangkep. Ada beberapa ciri yang membedakan busana adat ini dengan yang lain, diantaranya adalah:

  • Pakaian tradisional untuk prosesi pernikahan

Busana ini dipakai saat melakoni prosesi pernikahan. Baik mempelai pria dan wanita sama-sama mengenakan pakaian cantik dengan ornamen dan hiasan yang unik.

  • Baju untuk mempelai pria

Pakaian untuk laki-laki terdiri dari baju, jas, wastra, sabuk, umpal, keris dan juga alas kaki. Selain itu juga menggunakan hiasan kepala mirip dengan mahkota.

  • Baju untuk mempelai wanita

Senada dengan baju pria, sang perempuan mengenakan kebaya yang dipadukan dengan sesantreng, sabuk, wastra, dan juga perhiasan. Untuk sanggul rambut, diatur sesuai dengan hiasan kepala yang dipakai.

Payas Madya

Masyarakat Bali tentu tidak asing dengan baju tradisional yang satu ini. Modelnya cukup sederhana namun memberi kesan dinamis dan anggun. Pakaian ini dipakai oleh pria dan wanita dengan perbedaan pada bagian baju.

Sejatinya aturan yang diberlakukan tidak terlalu ketat, asalkan busana yang dipakai sopan dan enak dilihat. Ciri dari pakaian adat Bali, Payas Madya adalah:

  • Busana untuk pria terdiri dari baju, wastra, sabuk, umpal, kampuh, keris, dan alas kaki
  • Busana untuk wanita adalah sesanteng, wastra, stagen, sabuk, dan alas kaki
  • Warna yang dipakai adalah perpaduan warna cerah misalnya kuning dan merah muda

Payas Agung

Payas Agung

Ini merupakan salah satu baju adat Bali yang cukup populer dan berfungsi sebagai kostum adat pernikahan. Untuk kaum pria mengenakan destar, baju lengan panjang, sabuk, umpal, kampuh, keris, dan alas kaki.

Sementara pengantin wanitanya memakai sesanteng, kain panjang, sabuk, mahkota di kepala, perhiasan, serta alas kaki.

Keempat jenis pakaian adat Bali yang disebutkan diatas merupakan bagian dari budaya yang patut kita lestarikan. Karena itu sebelum berkunjung ke Bali pelajari dulu tradisinya sebagai wujud rasa hormat kepada warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *